Bupati Tapsel Dolly Ajak Masyarakat Jadikan Sampah Lebih Bernilai Ekonomis

Jumat, 23 Juli 2021 19:29 WIB

Share
Bupati Tapsel Dolly Ajak Masyarakat Jadikan Sampah Lebih Bernilai Ekonomis

TAPSEL, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu SPt MM mengajak masyarakat menjadikan sampah lebih bernilai ekonomis. Dolly juga mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir, anggapan sebelumnya sampah limbah sisa buangan atau penghasil polusi, berubah menjadi sumber daya yang bisa dikelola dan dimanfaatkan.

Sejak dibuka jam 08.00 WIB pagi, masyarakat sangat antusias untuk mengganti sampah dengan tabungan Bank Sampah. 

"Ini merupakan solusi di saat pandemi. Hidup bersih dan sehat sambil menabung untuk masa depan. Lingkungan bersih sehat, kesejahteraan masyarakat pun meningkat," ungkap Dolly saat menyaksikan penimbangan hasil Bank Sampah bersama Ketua TP PKK Tapsel di Desa Siamporik Dolok, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Jumat 23 Juli 2021.

Disamping itu, kata Dolly, memperkenalkan sesuatu yang baru boleh dikatakan tidak mudah. Apalagi membiasakan kebiasaan baik itu penting, juga membaikkan kebiasaan itu sama pentingnya.

"Dalam budaya Tapsel itu ada lima nilai luhur (Poda Na Lima) yang kita kenal selama ini, yaitu, Paias Rohamu (bersihkan jiwamu), Paias Pamatangmu (bersihkan badanmu), Paias Parabitonmu (bersihkan pakaianmu), Paias Bagasmu (bersihkan rumahmu) dan Paias Pakaranganmu (bersihkan lingkunganmu). Budaya Tapsel pada dasarnya bukan membiarkan pekarangannya kotor, membuang sampah di parit, sungai dan bukan pula membakar sampah yang asapnya bisa menjadi pencemaran polusi udara," jelasnya.

Ditegaskannya, budaya Tapsel adalah lingkungan yang asri dan bersih. Apalagi udara Tapsel masih sangat sejuk dan segar. Mungkin saja, karena merasa tidak ada manfaat sampah tersebut, maka masyarakat cenderung membiarkan dan membuang sampah di sembarang tempat. 

"Efeknya mungkin sekarang tidak terasa, tapi akan berakibat fatal bagi anak cucu kita kedepan ketika sampah dibiarkan berserakan di mana-mana," ujar Dolly.

Dia juga menyebutkan, ada sekelompok orang mau mengganti sampah itu dengan bentuk tabungan. Malah di beberapa tempat lain menjadi pengganti uang sekolah. "Bukan kah itu sebuah solusi terhadap sampah yang berserakan?," ungkap Dolly.

Sementara, Perwakilan PT Arta Jaya dan Tapanuli Sarop Foundation, Sartika Permata, saat ditemui Humas Pemkab Tapsel menyebutkan, antusias masyarakat Siamporik Dolok terbilang tinggi dalam menabung sampah yang dulunya dianggap tidak bernilai. Dengan kehadiran pihaknya ke Desa Siamporik Dolok, dirinya berharap bisa membawa perubahan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar