Tol Listrik Flores Berbiaya Rp1,1 Triliun Resmi Beroperasi

Minggu, 1 Agustus 2021 16:29 WIB

Share
Tol Listrik Flores Berbiaya Rp1,1 Triliun Resmi Beroperasi

JAKARTA, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Pembangunan tol listrik sepanjang 864 kilometer sirkuit (kms) resmi beroperasi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, penyambungan listrik ini membentang dari Labuan Bajo hingga Maumere dengan menelan investasi Rp1,1 triliun.

"Penyambungan tol listrik ini rampung dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada Jumat (30 Juli 2021) kemarin," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu 1 Agustus 2021.

Menurut Agung, kehadiran tol listrik merupakan bentuk komitmen pemerintah melalui PLN dalam memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di Indonesia Timur.

"Kami secara serius meningkatkan kualitas mutu listrik di Indonesia Timur. Semoga adanya infrastruktur listrik ini bisa menarik minat investor untuk memperbaiki perekonomian wilayah setempat," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda menyampaikan kondisi sistem kelistrikan Pulau Flores saat ini memiliki daya mampu sebesar 104,1 Megawatt (MW), dengan beban puncak untuk melayani pelanggan 71,6 MW.

Selama ini, dari total 104,1 MW pembangkit di Flores, terpisah dalam 2 sistem, yaitu Sistem Flores Bagian Barat dan Sistem Flores Bagian Timur.

Pada Sistem Flores Bagian Barat kapasitas total pembangkit 40,7 MW, antara lain PLTMG Rangko 23 MW dan PLTD Golobilas 3,4 MW di Labuan Bajo, PLTP Ulumbu 10 MW, PLTD Faobata Bajawa 2,2 MW di Kabupaten Manggarai serta pembangkit lainnya.

Sedangkan, Sistem Flores Timur memiliki kapasitas total 63,4MW, dengan pembangkit antara lain: PLTMH Ndungga 2 MW, PLTS Wewaria 1 MW, PLTD Mautapaga 3 MW, PLTU Ropa 14 MW di Ende, dan PLTS Waeblerer 1 MW, PLTD Wolomarang 3 MW dan PLTMG Maumere 40 MW di Kabupaten Sikka.

Sebelumnya, Sistem Flores Barat cadangannya terbatas, sehingga mudah defisit jika ada gangguan salah satu pembangkit besar. Di sisi lain, Sistem Flores Timur cadangannya sangat mencukupi.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar