11 Kreditur Beri Keringanan Utang ke Garuda Indonesia

Jumat, 3 September 2021 08:56 WIB

Share
11 Kreditur Beri Keringanan Utang ke Garuda Indonesia

JAKARTA, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kian memburuk seiring dengan dampak pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Karenanya, BUMN maskapai ini pun gencar melakukan aksi korporasi dan efisiensi, guna menangani utang perusahaan.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, maskapai nasional masih merugi US$898,65 juta atau setara Rp12,8 triliun (kurs Rp14.250 per dolar AS) pada semester I 2021. Kerugian meningkat sekitar 26 persen dari US$712,72 juta atau Rp10,15 triliun pada semester I 2020.

Guna mengurangi beban perusahaan, salah satu cara yang ditempuh manajemen Garuda adalah mengajukan keringanan berupa penangguhan dan restrukturisasi utang kepada kreditur.

Lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengungkapkan permintaan keringanan telah disetujui oleh 11 kreditur.

Dari 11 kreditur tersebut, mayoritas masih didominasi oleh usaha negara lainnya, baik perbankan hingga pengelola bandara, berikut daftarnya:

1. PT BRI (Persero) Tbk menangguhkan pokok dan bunga hingga 29 Juni 2022

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menangguhkan pokok dan bunga hingga 22 Juni 2022

3. PT BNI (Persero) Tbk menangguhkan pokok dan bunga hingga 22 Juni 2022

4. PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin menangguhkan pokok dan bunga hingga 24 Februari 2022

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar