Jelang Pemilu 2024, Rektor USU: Penyelenggara Pemilu Bangun Sinergitas Sebelum Tahapan Dimulai

Jumat, 8 Oktober 2021 17:56 WIB

Share
Jelang Pemilu 2024, Rektor USU: Penyelenggara Pemilu Bangun Sinergitas Sebelum Tahapan Dimulai

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Sinergitas penyelenggaraan Pemilu idealnya dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilu serentak. Dibangun bersama para stakeholder dan pemangku kepentingan. Persiapan ini dirancang agar terencana dengan baik. Sehingga potensi munculnya masalah-masalah bisa diantisipasi.

Menurut Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Muryanto Amin SSos MSi, ada 6 poin yang perlu dilakukan penyelenggara pemilu agar Pemilu menjadi lebih berkualitas. 

Pertama, katanya, menghitung prinsip efisiensi dalam penyelenggaraan pemilu serentak. Kedua, KPU perlu membuat tagline kampanye untuk memperkecil konflik dalam pemilu.

“Materi tagline perlu dibuat agar masyarakat bisa berteman, dalam setiap kompetisi pasti ada orang yang kalah. Kalau dianggap musuh bukan dianggap kompetisi tapi pertarungan. Sekarang sudah banyak anak-anak muda yang membuat materi tagline itu,” ungkap mantan Dekan FISIP USU ini, saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional bertema ‘Sinergisitas Penyelenggaraan Pemilu dengan Pemangku Kepentingan dalam Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024’, Kamis 7 Oktober 2021.

Ketiga, memperbanyak peran pemilih muda sebagai role model yang mensosialisasikan tentang nilai-nilai pilihan politik menentukan kualitas hidup bernegara. 

“Tokoh-tokoh masyarakat harus ikut melibatkan anak muda disitu, bisa dilakukan sosialisasi atau campaign yang masif. Berikan informasi mengenai pentingnya datang ke TPS,” ucapnya.

Keempat, menyusun proses pelaporan data keuangan kampanye dari tim sukses dan caleg secara digital. Kelima, desain di TPS harus disederhanakan, ada SOP yang lebih ringkas dan memberikan informasi yang masif tentang tata cara memilih kepada peserta pemilu. Terakhir, perlunya mempertimbangkan faktor-faktor non-instutisional dalam mendorong angka partisipasi warga.

Bersama Walikota Medan, Bobby Nasution yang menjadi pemantik diskusi, rektor menjelaskan tentang efisiensi, sinergitas dan poin-poin kesuksesan penyelenggaraan Pemilu. 

Hasil riset mengenai Pemilu serentak 2019 mengatakan, Pemilu dianggap lebih efisien jika dilaksanakan serentak tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan perkiraan awal. Dari sisi waktu, terlihat proses perhitungan yang memerlukan perpanjangan waktu. Sedangkan dari sisi biaya anggaran yang dikeluarkan ternyata lebih besar 2 kali dibanding dengan Pemilu 2014.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar