Pakaian Pengantin Adat Asal Sumut Dibakukan, Nawal Lubis Sebut Warisan Nenek Moyang Perlu Dilestarikan

Jumat, 4 Februari 2022 07:12 WIB

Share
Pakaian Pengantin Adat Asal Sumut Dibakukan, Nawal Lubis Sebut Warisan Nenek Moyang Perlu Dilestarikan
Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis menerima audiensi DPD HARPI Melati Sumut di (sumut.poskota.co.id/dok)

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengatakan, kain adat memiliki cerita tersendiri yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Karenanya sangat perlu untuk dijaga serta dilestarikan sebagai warisan bagi anak cucu. Sehingga tetap terjaga keaslian dan makna menggunakan pakaian tersebut. 

Hal tersebut dikatakan Nawal Lubis ketika Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Sumut Fauziah Nur Lubis memperkenalkan dua pakaian adat pengantin asal Sumut yang telah dibakukan. Sehingga telah memiliki kurikulum dan diujikompetensikan di berbagai lembaga kursus. Pakaian adat yang telah dibakukan tersebut adalah pakaian adat Melayu berkerudung dan pakaian adat Mandailing berkerudung. 

"Ini harus dilestarikan, karena pakaian adat itu punya cerita tersendiri, baik asal daerah, warna maupun makna saat mereka menggunakan pakaian tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan di masyarakat ketika mengenakan pakaian adat tersebut," jelas Nawal Lubis di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis 3 Februari 2022.

Sebagai Dewan Pelindung HARPI Sumut, Nawal mengatakan, saat ini semakin banyak orang yang senang menggunakan kain adat daerah sebagai karya busana, namun harus tetap menjaga dan tidak meninggalkan ciri dan nilai budaya asal daerah itu. 

"Saya kira untuk memodifikasi riasan dan busana pengantin ya sah - sah saja, tapi harus tetap dijaga nilai - nilai budaya karena pakaian adat punya aturan tersendiri," katanya.

Sebagai Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis juga mengapresiasi dan siap mendukung program kerja yang akan dan sedang dilakukan HARPI Melati Sumut. 

"PKK siap bersinergi melalui program - program yang ada di PKK maupun OPD terkait untuk membantu menjaga dan warisan budaya ini, sehingga nantinya tidak diklaim menjadi milik orang lain," harap Nawal.

Sementara, Ketua DPD HARPI Melati Sumut Fauziah Nur Lubis dalam audiensi tersebut menyampaikan, sebagai organisasi yang bertugas menggali adat istiadat dan menjaga pelestarian budaya di bidang Tata Rias Pengantin (TRP) telah membakukan enam TRP yang ada di Sumut yakni, TRP Mandailing, TRP Sibolga, TRP Simalungun, TRP Melayu, TRP Batak Karo, dan TRP Tapanuli Selatan

Enam TRP tersebut telah dibuat kurikulumnya dan menjadi bahan ajar di lembaga kursus TRP di Sumut. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar