Cabuli Dua Anak Kandung Ayah Badau Ditangkap Satreskrim Polres Karo

Kamis, 12 Mei 2022 07:00 WIB

Share
Cabuli Dua Anak Kandung Ayah Badau Ditangkap Satreskrim Polres Karo
Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar  Saat press conference

KARO,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Karo, berhasil menangkap sorang pria berinisial WZ warga Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencabulan terhadap dua anak kandungnya.

Hal ini dikatakan Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar  Saat press conference,  pelaku diamankan pada Selasa 10 Mei 2022  kemarin. Ronny menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Tanah Karo, ternyata pelaku sudah melakukan aksi bejatnya lebih dari satu kali.

Dari keterangan pelaku, bahkan perbuatan cabul tersebut dilakukan kepada dua anak kandungnya yang berusia 19 tahun dan 14 tahun. 

"Korbannya yang merupakan anak kandung pelaku sebanyak dua orang yang berusia 19 tahun dan 14 tahun. Pelaku ini, sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu," Kata Kapolres 11 Mei 2022, 

Dikatakan Ronny, awal mula aksi ini diketahui karena kerabat korban berbincang dengan salah satu korban. Saat itu, kerabat korban mengatakan jika ia beruntung memiliki orangtua yang baik. 

Namun, di tengah percakapan tersebut ternyata korban mengungkap sikap terbalik dari perkataan kerabatnya tersebut. Pasalnya, ia dan adiknya sudah beberapa kali dinodai oleh ayah kandungnya. 

Atas pengakuan dari korban tersebut, akhirnya paman korban membuat laporan ke Polres Tanah Karo. Dari laporan itu, selanjutnya pihak Satreskrim Polres Tanah Karo langsung melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. 

"Dari percakapan ringan itulah, diketahui jika ayahnya sudah melakukan perbuatan cabul terhadap anaknya. Dari pemeriksaan dan hasil visum, kita dapatkan hasil dan kita lakukan penangkapan terhadap pelaku yang merupakan ayah kandung korban," Katanya. 

Dari pengakuan pelaku, dalam melancarkan aksi bejatnya selalu di dalam rumah. Agar tidak ketahuan oleh istrinya, pelaku masuk ke kamar anaknya pada saat malam hari. Saat itu, ia selalu mengancam anaknya untuk menuruti permintaannya. 

Atas perbuatannya, nantinya pelaku akan dijerat  dengan pasal 81 ayat 1, ayat 3, dan pasal 82 ayat 1, ayat 2, undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Gogo
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar