Kasat Norkoba Polres Labuhanbatu Dipropamkan, Ini Kasusnya

Rabu, 15 Juni 2022 14:41 WIB

Share
Kasat Norkoba Polres Labuhanbatu Dipropamkan, Ini Kasusnya
Asiep Munandar Shaleh didampingi kawan-kawan (masyarakat) mengadukan Satnarkoba Polres Labuhanbatu ke Propam Polda Sumut terkait dugaan penggelapan barang bukti. Aduan diterima staf Propam Polda (sumut.poskota.co.id/Zulkifli)

RANTAUPRAPAT, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Diduga gelapkan barang bukti, Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu dilaporkan masyarakat ke Propam Polda Sumatera Utara, Selasa 14 Juni 2022.

Hal tersebut dikatakan Asiep Munandar Shaleh saat dihubungi wartawan, Rabu 15 Juni 2022. Dirinya dan kawan-kawan mendatangi Propam Polda guna mengadukan oknum Satnarkoba Polres Labuhanbatu, berdasarkan surat pernyataan seseorang yang tersandung kasus TPPU atas nama Nurita.

"Aduan tersebut didasari surat pernyataan ibu Nurita di atas materai 10 ribu, maka kami sebagai masyarakat menduga adanya penggelapan barang bukti, kasus TPPU atas nama ibu Nurita yang dilakukan oleh oknum Satnarkoba Polres Labuhanbatu. Nah, berangkat dari hal itu kami meminta Kapolda Sumatera Utara agar memanggil dan memeriksa Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu sebagai pimpinan Satuan Reserse Narkoba tersebut," jelas Asiep Munandar Shaleh.

Surat itu berisi keberatan Nurita karena saat penangkapan dirinya, uang Rp21 juta, 4 unit HP, kalung emas putih seharga Rp11 juta dan jam tangan pria hingga ditaksir bernilai Rp50 juta, sampai saat ini tidak dikembalikan pihak kepolisian.

"Saat penggerebekan, dimana dalam surat pernyataan tersebut, rumahnya digerebek itu mengangkat beberapa barang berharga dengan kisaran angka Rp50 jutaan dan dinyatakan dalam surat ditandatangani di atas materai barang yang diambil tidak dikembalikan oleh pihak kepolisian Polres Labuhan Batu," kata Asiep.

Masyarakat berharap, pengaduannya dapat segera diproses, agar oknum yang bersangkutan, diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Karena dinilai oknum tersebut bisa mencoreng lembaga kepolisian.

“Harapan kami, pihak kepolisian Polda Sumut dapat memanggil dan memeriksa Kasatnarkoba Polres Labuhanbatu. Karena berdasarkan surat pernyataan ibu Nurita, ini bisa mencoreng nama baik institusi kepolisian, apabila betul. Jadi kami berharap Polda sungguh-sungguh untuk meluruskan permasalahan ini. Kami berharap tidak ada lagi tindakan-tindakan dugaan indikasi seperti ini,” harapnya.

Asiep mengaku telah melakukan konfirmasi kepada pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan dan Pengadilan, bahwasanya ibu Nurita pernah menyatakan keberatannya dalam persidangan atas barang-barang yang tidak dikembalikan.

“Hasil dari konfirmasi kami terhadap Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan dan Pengadilan Negeri Labuhanbatu, mereka membenarkan bahwa saudari Nurita telah menyampaikan keberatannya terhadap barang-barang yang disita tersebut,” ujar Asiep.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar