Gegera Bertengkar dengan Pacar Lewat HP, Fazar Nekat Gantung Diri

Senin, 20 Juni 2022 09:05 WIB

Share
Gegera Bertengkar dengan Pacar Lewat HP, Fazar Nekat Gantung Diri
Gegera Bertengkar dengan Pacar Lewat HP, Fazar Nekat Gantung Diri
Gegera Bertengkar dengan Pacar Lewat HP, Fazar Nekat Gantung Diri
Tim INAFIS Polres Tebingtinggi lakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban (sumut.poskota.co.id/Erwan)

TEBINGTINGGI, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Hanya gegara sepele dengan pacar, seorang remaja bernama Fazar Erlangga (22), warga Dusun I Desa Serba Nanti, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar tidur.

Kejadian ini di ketahui Sabtu 19 Juni 20226 pukul 23.50 WIB.

Dimana korban menggantungkan lehernya di atas plafon kamar tidurnya, dengan menggunakan seutas tali rapia.

Menurut keterangan dari keluarga korban, sebelum korban Fazar Erlangga ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya, mereka sempat melihat korban yang uring-uringan sambil memaki-maki dengan mengeluarkan bahasa-bahasa kotor.

Prilaku korban yang uring-uringan sambil memaki-maki dengan mengeluarkan kata-kata kotor berupa makian, yang tidak jelas ditujukan kepada siapa. Namun prilaku itu setelah korban bertengkar dengan pacarnya lewat sambungan seluluer pada Sabtu malam itu.

Adapun kronologis kejadian berawal pada Sabtu sekira pukul 19.20 WIB, dimana saat itu korban terlihat pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke ruangan TV sambil menelpon pacarnya.

Tidak lama berselang, korban mengucapkan kata-kata kotor. Dan setelah itu korban pun pergi dari rumahnya. Kemudian sekitar 20 menit, korban pun kembali lagi masuk ke rumahnya, sambil mengamuk-ngamuk tidak jelas dengan mengeluarkan kata-kata kotor.

Mendengar suara korban yang mengamuk-ngamuk tidak jelas tersebut, tetangganya, Sudis (60) dan Iyas (55), merasa terganggu. Lalu kedua tetangga korbanpun menjumpai ayah korban yang bernama Roni (50) di belakang rumahnya.

Lalu ayah korbanpun memanggil korban. Dan di situlah kedua saksi memberikan nasihat kepada korban. "Kamu jangan ngamuk-ngamuk, kasian orangtuamu" ucap Sudis menasehati korban.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar