Dirazia Polisi Gadungan Pegawai Toko Roti Harus Rela Kehilangan Belasan Juta Rupiah Uang Setoran

Selasa, 21 Juni 2022 19:56 WIB

Share
Dirazia Polisi Gadungan Pegawai Toko Roti Harus Rela Kehilangan Belasan Juta Rupiah Uang Setoran
Dirazia Polisi Gadungan Pegawai Toko Roti Harus Rela Kehilangan Belasan Juta Rupiah Uang Setoran
Tim SPK B Polres Tebingtinggi dipimpin Aiptu Terlaksana Sembiring sedang olah TKP.

TEBINGTINGGI.SUMUT.POSKOTA.CO.ID - 

Aksi penipuan dengan modus menyamar sebagai polisi gadungan terjadi di Jalinsum Soekarno-Hatta Kota Tebingtinggi. Kali ini pelaku berhasil mengecoh korban dan membawa kabur uang tunai lebih kurang sekitar Rp.13 juta rupiah, Kasus ini sudah ditangani pihak Polres Tebingtinggi.

Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa 21 Juni 2022, terlihat korban pegawai roti bernama Candra warga Kampung Keling, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, menjelaskan kepada personil SPK B Polres Tebingtinggi terkait kejadian yang menimpa dirinya. 

Ironisnya, pelaku sehari sebelumnya sempat menjalankan aksinya kepada korban, namun tidak berhasil, dikarenakan korban belum memiliki uang kutipan.

Saat di TKP korban Candra menjelaskan, pada hari Senin 20 Juni 2022, saya mendapat tugas untuk mengutip bon penjualan ke daerah Indra Pura, Kuala Tanjung dan Kabupaten Batubara. Ketika melintas di Jalan Soekarno-Hatta Tebingtinggi saya distop seseorang. 

"Saya distop seseorang yang perawakannya seperti polisi dan pakaiannya seperti polisi. Kemudian dia menanyakan surat-surat dan sempat memeriksa barang bawaan dan obat-obatan. Saku saya juga diperiksa, tetapi dia bilang saya aja yang periksa saku saya. Setelah itu kami pun dibiarkan pergi," kata Chandra.

Dan pada hari ini, Selasa 21 Juni 2022, saat hendak pulang persis di tempat yang sama, saya distop lagi dengan orang yang sama. Saya sempat menanyakan kepada pelaku bahwa saya semalam sudah diperiksa.

"Lho, semalamkan uda bapak stop saya, kenapa distop lagi. Oh ia, ada yang kami curigai, katanya Pak. Memang semalam ada dibilangnya, setiap mobil yang seperti ini ada yang kami curigai, jadi disuruh komandan diperiksa katanya. Kemudian dia menyuruh saya turun dari mobil dan saya turun sambil membawa tas. Lalu dia bertanya siapa teman saya, saya jawab kernek saya," ujar Chandra menirukan.

Kemudian saya diperiksa termasuk tas dan dompet saya, karena katanya laporan semalam belum masuk, ini kita ke komandan saja, mana SIM, katanya Pak. Lalu saya berikan SIM dan kernek saya disuruh tunggu di mobil dan dia menyuruh saya bawa aja kunci mobilnya.

"Saat saya berjalan kearah mobil untuk mengambil kunci, dia pun kabur dengan kenderaan sepedamotor metic warna hitam. Dia kabur membawa tas dan dompet saya bersama bon faktur SIM dan uang penjualan sekitar Rp.13 juta lebih. Saya sempat mencoba untuk mengejar, karena situasi macet saya tidak berhasil. Saya langsung ke Polres Tebingtinggi untuk buat laporan," jelas Chandra kesal.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar