Wanita Terduga Korban Malpraktik di RS Sibolga Kehilangan Rahim

Selasa, 21 Juni 2022 08:14 WIB

Share
Wanita Terduga Korban Malpraktik di RS Sibolga Kehilangan Rahim

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Proses persalinan Riski Rikawati Laoli (34) di RS Metta Medika Sibolga membawanya ke ujung petaka. Riski harus rela menerima nasib, rahimnya diangkat dan saluran kantung kemihnya terjahit. Sehingga dirinya tak bisa kencing secara normal.

"Awalnya istri saya mau operasi sesar, nah, waktu operasi itu terjadi pendarahan. Setelah pendarahan itu, kami tidak dijelaskan penyebab pendarahan itu,"

"Tapi yang jelas plasenta di bawah. Jadi setelah operasi, Maka diputuskan diangkat rahim untuk menghindari pendarahan," ungkap Muhrozi, suami Riski, Senin 20 Juni 2022.

Menurut Muhrozi, saat itu dokter rumah sakit tak menyebutkan alasan mendetail, tapi menjelaskan plasenta Riski berada di bawah dan ari-ari yang melilit rahim.

"Kalau masalah penjelasan detail enggak ada, cuma yang pastinya dibilang plasenta di bawah dan ari-ari melilit rahim. Pasien waktu pendarahan itu dibius total, jadi dia enggak sadar diri," paparnya.

"Ketika pasien kritis, kami disuruh cari kantong darah. Saya heran kenapa pasien sudah kritis, disuruh kami cari darah tiga kantong," kata Rozi.

Setelah operasi, Rozi menyebutkan kondisi sang istri yang semakin parah lantaran tak dapat buang air kecil.

Saat itu, Rozi turut mempertanyakan dampak operasi yang membuat istrinya tak dapat beraktivitas secara normal.

"Dijelaskan kalau pasien ini sudah terganggu ginjalnya karena pendarahan total waktu itu," sebutnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar