Dianggap 'Hisap Darah' Rakyat Miskin, Berobat di RSUD Amri Tambunan Wajib Setor Jaminan Rp1 Juta

Jumat, 24 Juni 2022 09:41 WIB

Share
Dianggap 'Hisap Darah' Rakyat Miskin, Berobat di RSUD Amri Tambunan Wajib Setor Jaminan Rp1 Juta

"Saya telepon Humas, enggak ada lagi uang jaminan itu katanya. Tapi nebus obatnya diluarlah Pak, karena belum tau bisa unregister atau tidak. Ya kalau seperti itu, sama saja kan, informasi yang saya dapatkan katanya beli di luar juga warga kita itu jadinya," kata M Irwan Tanjung

Kepala Dusun V Desa Bakaran Batu, Sri Supriati, menjelaskan, warganya yang sakit itu atas nama Gio Alfarizky yang masih berusia sekitar dua tahun.

Selasa 21 Juni 2022 kemarin, anak ketiga pasangan suami istri Suherman dan Eka Rahmayani itu panas tinggi dan kejang.

Karena sudah kejang-kejang, orangtua sang anak membawa buah hatinya ke RSUD Amri Tambunan.

"Saya ditelepon Pak Kades, makanya datang ke rumah sakit. Waktu saya datang ke rumah sakit, sudah ditangani memang, tapi itulah, enggak lama saya dipanggil ke depan (tempat pendaftaran). Karena Pak Herman enggak ada BPJS nya, dibilang mereka, dari rumah sakit menyarankan supaya bisa ada bantuan. Harus ada yang menjaminkan pihak Pemdes," kata Sri Supriati.

Kala itu, Sri mendapat saran agar Pemdes dapat menguruskan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang ditandatangani Kades, camat dan dilanjutkan ke Dinas Sosial.

Hal ini agar nantinya bisa pasien tersebut dibantu dengan biaya unregister.

"Dibilang karena belum melengkapi berkas, mereka menyarankan adalah jaminan sembari melengkapi administrasi sebesar Rp1 juta. Memang tidak meminta, tapi menyarankan. Mereka bilangnya bukan sama warga kami, tapi sama kita dari Pemdes. Terakhirnya enggak bayar Rp1 juta itu, karena saya langsung telpon Kades " kata Sri.

Sri mengatakan, dia membantu warganya lantaran yang bersangkutan adalah warga kurang mampu.

Sehari-hari orangtua si anak hanya bekerja sebagai kuli bangunan.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar