Bupati Tapsel : Azan Adalah Wujud Panggilan llahi dan Khutbah Adalah Penyampai Pesan Ilahi

Sabtu, 25 Juni 2022 20:48 WIB

Share
Bupati Tapsel : Azan Adalah Wujud Panggilan llahi dan Khutbah Adalah Penyampai Pesan Ilahi
Bupati Tapsel : Azan Adalah Wujud Panggilan llahi dan Khutbah Adalah Penyampai Pesan Ilahi
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Dolly Pasaribu, SPt, MM, menghadiri Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-50 tahun 2022, Sabtu (25/6) di Masjid Agung Syahrun Nur, Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel. Kegiatan itu juga dirangkai dengan lomba Azan dan Khutbah Jumat bertajuk "Hanya Orang yang Berimanlah Yang Memakmurkan Masjid".

TAPANULISELATAN,SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Dolly Pasaribu, SPt, MM, menghadiri Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-50 tahun 2022, Sabtu 25 Juni 2022, di Masjid Agung Syahrun Nur, Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel. Kegiatan itu juga dirangkai dengan lomba Azan dan Khutbah Jumat bertajuk

"Hanya Orang yang Berimanlah Yang Memakmurkan Masjid".

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa, sekecil apapun kegiatan yang dilakukan terhadap agama, itu semata-mata bentuk cinta dan penghambaan kepada sang khaliq. Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada DMI, karena sudah mengerti akan kebutuhan umat, memberi siraman rohani dan menjaga akidah serta akhlak umat.

"Saya berharap ini bukan sekedar lomba untuk menunjukkan siapa yang menjadi juara, akan tetapi sebagai bentuk pembelajaran serta koreksi agar lebih baik lagi kedepan," harap Bupati.

Disisi lain, Bupati juga berharap agar yang hari ini ikut lomba bisa mengajak yang lain untuk memperbaiki kualitas khutbah di kecamatan masing-masing. Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa dalam Milad ke-50 dapat menjadi evaluasi agar dapat mengambil waktu sejenak untuk memikirkan masjid begitu juga moral dan mental anak-anak Tapsel dari serangan budaya yang tidak sesuai dalam bingkai Pancasila dan NKRI.

"Khatib yang berfungsi menyampaikan Khutbah, tentu harus membawa sesuai syarat dan rukunnya. Demikian seorang Khatib harus terus menambah pengetahuan faktual dan terbaru. Banyak sekali pemikiran yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita, jika tidak disaring, akan seperti apa putra-putri kita ke depan, apabila kita tidak menanamkan suatu pemahaman yang baik dan benar," tanya Bupati ke peserta yang hadir.

Menurut Bupati, seorang Khatib yang ditugaskan membawa khutbah jumat, tidak pernah ada sejarahnya dalam satu jumat ada dua khatib. Begitu juga muazin, tidak akan pernah ada dua orang yang azan dalam satu kesempatan. Semua diatur dengan sedemikian rupa agar umat tidak bingung.

Bupati berharap ke peserta lomba, agar kaidah azan dan khutbah dipatuhi sehingga tidak menyalahi aturan yang sudah digariskan.

Dalam menyampaikan khutbah, apa yang disampaikan dengan benar mungkin akan mendatangan banyak resiko. Semua itu kita kembalikan dan niatkan semata-mata karena Allah," jelas Bupati.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar