Sekda Tapsel : Pelestarian Bahasa Sebagai Alat Pemersatu Bangsa yang Wajib Dilaksanakan

Kamis, 14 Juli 2022 22:00 WIB

Share
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Parulian Nasution saat menerima kunjungan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Parulian Nasution saat menerima kunjungan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara

TAPSEL,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Parulian Nasution, menyampaikan bahwa, bangsa yang besar harus mencintai bahasa dan bagi anak Nusantara, harus memiliki satu bahasa, yakni Bahasa Indonesia. Meski ada keragaman bahasa di semua daerah di Indonesia, namun hal itu adalah kekayaan bangsa.

"Kekayaan bahasa itu sangat berharga. Karena itu, pelestarian bahasa adalah satu kewajiban yang harus dilaksanakan," sebut Sekda usai menerima kunjungan kerja dari Balai Bahasa Provinsi Sumut di ruangan kerjanya, Kamis 14 Juli 2022. siang.

Pelestarian bahasa daerah, menurutnya, sangat penting untuk menghindari yang namanya kepunahan bahasa. Bagi Sekda, selain Bahasa Indonesia, bahasa daerah merupakan alat pemersatu bangsa. Maka dari itu, pihaknya menyambut positif rencana Balai Bahasa Provinsi Sumut dalam hal pelestarian bahasa daerah Tapsel.

"Sehingga harapan kami, bahasa daerah Tapanuli Selatan, menjadi bahasa daerah yang diperhitungkan secara Nasional," ujar Sekda.

Sekda menjelaskan, dalam buku "Impola Ni Hata" karangan, Kumpulan Siregar, sudah diajarkan bahasa daerah Tapsel sejak dulu di masa-masa sekolah ke masyarakat. Untuk itu, dia meminta agar Balai Bahasa, mendorong bahasa daerah Tapsel masuk ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah.

Menurut Sekda, bahasa daerah Tapsel memiliki ciri dialek yang lembut dan sarat akan kosa kata nan indah. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya perumpamaan-perumpamaan atau sastra yang bisa membangun apektif/nilai moral maupun pola pikir, dan sikap yang baik.

"Karena itu, menurut saya bahasa daerah Tapanuli Selatan dapat dijadikan sumber literasi untuk pengembangan sastra daerah Indonesia," jelas Sekda.

Sementara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut, Hidayat Widianto, mengatakan, bahwa kunjungan itu merupakan bentuk pengawalan terhadap revitalisasi bahasa daerah yang telah diluncurkan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi, pada 22 Februari 2022 lalu. 

Sebelumnya, pada 30 Juni 2022, pihaknya telah mengundang seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk mendukung revitalisasi bahasa daerah. Untuk diketahui, di 2022 ini program revitalisasi bahasa daerah dilakukan di 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Satu-satunya di Pulau Sumatera yang terpilih untuk revitalisasi bahasa daerah, kata Hidayat, adalah Sumut. Dan untuk Sumut sendiri, pihaknya memilih tiga bahasa daerah, yaitu Bahasa Melayu dialek Gane, Bahasa Melayu dialek Sorkam, dan Bahasa Angkola.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Tigor
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar