Sekda Tapsel : Solusi Persoalan di Desa Bisa Selesai Jika Masyarakat Dilibatkan

Rabu, 20 Juli 2022 19:45 WIB

Share
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt, MM, yang diwakili Sekda, Parulian Nasution, menyampaikan, bahwa solusi persoalan yang ada di desa bisa diselesaikan jika masyarakat turut dilibatkan dalam proses pemecahannya. 
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt, MM, yang diwakili Sekda, Parulian Nasution, menyampaikan, bahwa solusi persoalan yang ada di desa bisa diselesaikan jika masyarakat turut dilibatkan dalam proses pemecahannya. 

TAPSEL,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - 

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt, MM, yang diwakili Sekda, Parulian Nasution, menyampaikan, bahwa solusi persoalan yang ada di desa bisa diselesaikan jika masyarakat turut dilibatkan dalam proses pemecahannya. 

"Sebab, ketika masyarakat dilibatkan, maka secara tak langsung mereka akan memiliki tanggungjawab moral terhadap persoalan yang hendak diselesaikan," ungkap Sekda saat hadiri Peresmian Rumah Restoratif Justice (RJ) Sopo Partahian, di Kantor Kepala Desa Simaninggir, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu 20 Juli 2022.

Kata Sekda, ujung tombak keberhasilan terletak di desa. Jika di desa sudah bagus maka pemerintahan akan bagus, begitu juga sebaliknya. Jika pemerintah masih ada jarak, maka pembangunan akan terhambat keberhasilannya, sehingga rakyat yang sehat, cerdas, dan sejahtera tak dapat terwujud.

Sekda juga mengucapkan apresiasi serta bangga kepada Kajari Tapsel yang sudah menginisiasi kegiatan tersebut. Begitu juga nama Rumah Restoratif Justice (Sopo Partahian) yang menurut Sekda adalah kalimat agamais, mengandung adat istiadat juga budaya masyarakat. 

Kalimat tersebut, lanjut Sekda, memiliki makna kearifan lokal yang sangat tinggi, dengan kata lain tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, jika sudah masuk dalam Sopo Partahian. Pogram itu juga menjadi hal yang sangat strategis, maka dari itu Pemkab Tapsel memyambut baik dan mendukung penuh. 

"Tapsel dikenal sarat dengan adat istiadat yang kuat. Begitu juga agama yang tumbuh subur, apalagi di Kecamatan Sipirok yang penuh kerukunan umat beragama," jelas Sekda.

Sekda menjelaskan dalam rapat peringatan 17 Agustus mendatang, dia berharap agar tetap menerapkan protokol Covid-19. Dia menyebut, penerapan protokol kesehatan harus diterapkan terutama pada kegiatan atau lomba yang membaurkan masyarakat dengan pemerintahan.

Supaya masyarakat tidak merasa jauh dari pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri. Jika kita sudah semakin dekat dengan masyarakat, maka masyarakat tidak akan mengalami ketakutan melihat TNI-Polri dan Kejaksaan.

"Ini menjadi salah satu tuntutan dasar untuk merubah mindset (pemikiran), demi stabilitas keamanan," imbuhnya.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Tigor
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar