Hari Pertama Diterapkan, Polda Sumut Jaring 276 Pelanggar ETLE

Kamis, 4 Agustus 2022 20:10 WIB

Share
Hari Pertama Diterapkan, Polda Sumut Jaring 276 Pelanggar ETLE

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baru saja diterapkan di daerah Sumatera Utara, terhitung 1 Agustus 2022. Sistem yang akan mencatat, mendeteksi, dan momotret pelanggaran kendaraan di jalan raya melalui kamera CCTV ini, diterapkan sebagai terobosan Korlantas Polri mewujudkan keselamatan lalu lintas.

Sistem ETLE nantinya akan bekerja menggunakan kamera pengintai, akan merekam para pelanggar lalu lintas yang dilakukan pengendara. Baik roda dua maupun roda empat.

Terkait itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, mengatakan, pada hari pertama sistem ini sudah menjaring ratusan pelanggar. Pihaknya memanfaatkan ponsel untuk memantau beberapa lalu lintas di wilayah Sumut.

“Hari pertama berlaku, kami sudah menjaring 276 pelanggaran, kami menangkap pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, kemudian melawan arus, melanggar rambu-rambu lalu lintas dan marka serta kendaraan yang masa berlaku pelat nomornya sudah habis,” ujar Hadi, Kamis 4 Agustus 2022.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan, dalam data para pelanggar tercatat sebanyak 268 pelanggaran, yaitu tidak menggunakan helm dan 8 melanggar rambu dan marka jalan seperti garis di lampu merah.

Selain itu, Hadi mengaku sebelum diterapkan sistem ini, pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme ETLE Mobile berikut mekanismenya. Apabila terbukti melanggar, maka akan dikirim surat tilang ke rumah pelanggar.

“Sejak bulan Juli sudah disosialisasikan kepada masyarakat terkait ETLE Mobile. Mekanisme penindakannya, petugas mengambil gambar pelanggaran, nantinya akan dikirim ke back office yang ada di tingkat polres atau polda kemudian diproses dan diterbitkan surat tilang,” tambahnya.

Adapun target mereka terkait sistem ini, sebagaimana dilansir dari viva, Kamis 4 Agustus 2022, seperti, melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, pengendara motor tidak menggunakan helm, pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara melawan arus, dan melanggar batas kecepatan.

Hadi berharap adanya sistem ETLE di Sumut membuat para pengendara lebih tertib berlalu lintas dan tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas. Jadi dengan sistem ini juga bisa mengurangi pelanggaran, yang otomatis menurunkan angka kecelakaan.*

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar