Kepling Terduga Pemalsu Tanda Tangan Orang Meninggal Diributi Warga

Jumat, 5 Agustus 2022 17:30 WIB

Share
Kepling Terduga Pemalsu Tanda Tangan Orang Meninggal Diributi Warga

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Ambisi KA ingin menjadi kepala lingkungan (Kepling), membuat ia nekat memalsukan tandatangan dukungan warga dan orang yang sudah meninggal dunia. Perbuatan liciknya itu terungkap setelah KA tiga bulan menjabat sebagai Kepala Lingkungan di Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan.

Tidak terima tandatangannya dipalsukan, beberapa warga meminta bantuan Satgas DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan, agar menyampaikan aspirasi mereka kepada Lurah Sidorame II, Camat Medan Perjuangan dan Sekda Kota Medan. Warga mengecam perbuatan licik KA yang menggunakan cara tidak benar hanya karena ingin menjadi kepala lingkungan.

Setelah menerima pengaduan, Satgas DPD AMPI Kota Medan bersama beberapa warga Lingkungan mendatangi Kantor Lurah Sidorame Barat II, Rabu 3 Agustus 2022. Warga didampingi Ivan Sahat Rajali SH dan Wakil Ketua Satgas AMPI Medan, JP Siregar, bertemu dengan Lurah Sidorame Barat II, MT Pasaribu dan KA.

Dalam pertemuan yang disaksikan Lurah Sidorame Barat II itu, KA mengaku sudah mengetahui soal dugaan pemalsuan tandatangan tersebut. Ia malah berkelit dan menyatakan ada mantan Kepala Lingkungan di Kelurahan Sidorame Barat II berinisial D yang membantunya mengumpulkan tandatangan masyarakat, yang dipergunakannya untuk pemilihan kepala lingkungan.

Bukan hanya tandatangan warga yang masih hidup, tandatangan orang yang sudah meninggal dunia juga ditengarai dipalsukan. Faktanya, tercantum nama dan tandatangan orang yang sudah meninggal dunia dalam surat dukungan kepada KA.

“Jika benar memalsukan tandatangan orang yang sudah meninggal dunia, perbuatannya itu sungguh sangat tercela,” ucap Ivan Sahat Rajali SH.

Warga pun mempertanyakan pertanggungjawaban KA terhadap dugaan pemalsuan tersebut. KA pun bermohon agar diberi waktu berpikir untuk berdiskusi dengan pihak terkait apakah dirinya akan mundur atau tidak.

Menanggapi permohonan KA itu, Wakil Ketua Satgas DPD AMPI Kota Medan, JP Siregar, yang juga warga Lingkungan tersebut, mengaku sangat kecewa. Ia tidak menyangka kalau KA nekat menggunakan cara-cara yang tidak benar hanya karena ambisi ingin menjadi kepala lingkungan. 

"Untuk mendapatkan status sebagai kepala lingkungan saja sudah dengan cara yang tidak benar, bagaimana bisa memimpin masyarakatnya,” sesal JP Siregar.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar