Ferdy Sambo Ditahan, Epza: Langkah Maju Polri

Minggu, 7 Agustus 2022 16:19 WIB

Share
Ferdy Sambo Ditahan, Epza: Langkah Maju Polri

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID Penangkapan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu 6 Agustus 2022 malam, merupakan langkah maju dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga Jakarta Selatan.

Menurut Pengamat Hukum dan Sosial, Eka Putra Zakran SH MH, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap Timsus dibantu Inspektorat Khusus Mabes Polri. Ini merupakan suatu langkah maju, sikap tegas ini yang ditunggu-tunggu masyarakat selama ini. 

"Artinya sikap tegas Polri ini menunjukkan tentang wibawa hukum,"kata Epza, Minggu 7 Agustus 2022.

Dikatakan Epza, Kalau hukum berwibawa, tentu masyarakat akan mendukung penuh setiap langkah dan kebijakan strategis yang dibuat oleh Polri. 

"Saya selalu katakan, reward and punismant, personil Aparat Penegak Hukum (APH) yang berprestasi diberi penghargaan. Dan yang bermasalah diberi sanksi. Berupa disiplin, administratif, bahkan jika terindikasi melakukan perbuatan atau tindak pidana maka wajib diproses hukum. 

"Sikap tegas dari seorang leadher atau pemimpin sebuah institusi sangat diperlukan dalam menentukan baik buruknya masa depan sebuah institusi, apapun jenis institusi tersebut, termasuk Polri," kata Epza.

Ketua Umum PB PASU itu membeberkan lebih jauh, dulu ada Jenderal Sutanto yang diangkat menjadi Kapolri, seluruh judi dan Togel di tanah air habis disikat. Karena memang memiliki sikap tegas dalam memimpin Polri. Dan hari ini ada Jenderal Listyo Sigit yang juga memiliki sikap tegas untuk menyelesaikan kasus Brigadir J yang sedang bergulir di Kepolisian. Sikap tegas Sutanto dan Sigit ini sangat layak dicontoh oleh siapapun pemimpin Polri kedepannya. 

"Dengan ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka dan ditahan, langkah ini juga merupakan wujud dari penerapan asas hukum aquality berfore the law, yaitu persamaan kedudukan setiap warga negara dihadapan hukum. Artinya langkah tersebut sudah tepat, memang inilah sesungguhnya hukum itu. Simbol dewi keadilan itu, matanya ditutup dengan memegang timbangan ditangan sebelah kiri dan pedang panjang di tangan kanan maksudnya supaya hukum bebas untuk menghunus siapa saja yang bersalah atau pelanggaran hukum, beber Epza.

Harapannya, selain ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, kasus Ferdy Sambo juga harus dinaikkan pada tingkat pemerikasaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pemeriksaan oleh hakim Pengadilan, sehingga semua fakta materiil atas peristiwa yang terjadi dapat diketahui publik secara terang benderang. 

Pendeknya kasus Polisi tembak Polisi ini harus menjadi pintu masuk atau momentum untuk bersih-bersih di institusi Polri. Sehingga kepercayaan publik terhadap Polri kembali tinggi sebagai bagian dari 4 pilar penegak hukum, diluar jaksa, hakim dan advokat. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar