Haris Kelana Damanik : Tingkatkan Perekonomian Sektor Wisata Medan Perlu Dukungan Seluruh OPD

Senin, 8 Agustus 2022 07:13 WIB

Share
Haris Kelana Damanik : Tingkatkan Perekonomian Sektor Wisata Medan Perlu Dukungan Seluruh OPD
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2021 Haris Kelana Damanik ST

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID -

Meningkatkan perekonomian khususnya dari destinasi wisata di kota Medan, perlu adanya dukungan dari seluruh OPD di Jajaran Pemko Medan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan Haris Kelana Damanik kepada wartawan, beberapa waktu lalu di Gedung DPRD Medan.

Menurutnya. Walikota Medan Bobby Afif Nasution fokus dalam pengembangan berbagai destinasi wisata di Kota Medan. Menjadikan Kota Medan sebagai wisata sejarah, kesehatan dan kuliner yang dinilai sangat pantas meningkatkan sektor perekonomian.

"Keinginan Walikota menjadikan Kota Medan tujuan wisata patut kita dukung karena Medan memiliki potensi yang cukup besar. Baik itu wisata sejarah, kuliner dan kesehatan," ujar Haris Kelana Damanik.

Untuk itu kata Haris, seluruh OPD Pemko Medan harus berinovasi dengan melakukan kolaborasi dengan pihak mana pun guna peningkatan wisata di Kota Medan. "Banyak sektor wisata yang sangat berpotensi dibenahi lebih bagus," sebut Haris Kelana Damanik ST yang juga Ketua Komisi IV DPRD Medan itu.

Ditambahkan, pihaknya selaku anggota DPRD Medan mendukung penuh Walikota Medan dalam upaya peningkatan sektor wisata di kota Medan. Tentu, dukungan itu kata Haris guna meningkatkan sumber Pendapatan Asali Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Menurut Haris, ada beberapa destinasi wisata yang memiliki potensi besar, seperti bangunan sejarah di kawasan Lapangan Merdeka. Bahkan ada lagi destinasi wisata sejarah seperti yakni Maha Vihara Maitreya merupakan wihara terbesar di Asia Tenggara, dan Kuil Shri Mariamman merupakan kuil Hindu tertua yang dibangun 1884.

Begitu juga, Graha Maria Annai Velangkanni merupakan gereja umat Katolik India Tamil pada abad 19, Rumah Tjong A Fie yang memiliki arsitektur Eropa dan Tiongkok, serta Masjid Raya Al Mashun dibangun 1906 dan rampung 1909. Belum lagi situs sejarah cina di Danau Siombak Medan Marelan.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Medan diharapkan berkolaborasi dengan OPD lain bahkan pihak swasta agar dapat mengembangkan destinasi wisata tersebut. "Kita juga berharap masyarakat khususnya pengelola bangunan saat ini dapat mendukung program Pemko Medan," pinta Haris Kelana.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar