Proyek Tol Tebingtinggi - Parapat Dilanjutkan, Warga Kecewa Uang Tali Asih Belum Terima

Kamis, 11 Agustus 2022 13:48 WIB

Share
Proyek Tol Tebingtinggi - Parapat Dilanjutkan, Warga Kecewa Uang Tali Asih Belum Terima
Waluyo saat memberikan keterangan kepada wartawan (sumut.poskota.co.id/Erwan) 

TEBINGTINGGI, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Setelah sempat mangkrak selama kurang lebih 1 tahun terkait pembebasan lahan, proyek strategis nasional Tol Tebingtinggi - Serbelawan - Siantar - Parapat, kembali dilanjutkan, Rabu 10 Agustus 2022.

Proyek Tol Tebingtinggi - Parapat ini dulunya dikerjakan PT Waskita Karya. Namun sempat mangkrak 1 tahun, karena mengalami berbagai permasalahan. Salah satunya terkait pembebasan lahan warga di STA 16 yang dibagi menjadi tiga spot, di Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Karena banyak permasalahan yang terjadi selama dikerjakan PT Waskita Karya, maka proyek Tol Tebingtinggi - Parapat dialihkan ke PT Hutama Karya (HK) dan dinaungi PT Hutama Marga Waskita (HMW).

Di sela-sela pembebasan lahan milik warga yang dilakukan pihak PT Hutama Karya, salah seorang warga, Waluyo (48), warga Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai, sempat memberikan keterangan kepada awak media terkait masalah tali asih sebesar Rp5.000.000, yang sampai saat ini belum diselesaikan PT Waskita Karya.

"Saya merasa kecewa karena hingga saat ini masalah tali asih yang dijanjikan PT Waskita Karya belum juga diselesaikan. Malah secara tiba-tiba saat ini pengelolaan pembebasan lahan sudah berada di bawah PT Hutama Karya. Dan ketika dimintai pertanggungjawaban terkait tali asih yang dijanjikan PT Waskita Karya, PT Hutama Karya malah mengatakan tidak tahu menahu, malah menyuruh menggugat PT Waskita Karya," kata Waluyo.

Kemudian, saat Waluyo hendak memberikan keterangan lanjutan kepada wartawan, petugas Pengadilan Negeri Sei Rampah bersama Kapolsek Sipispis langsung menarik Waluyo dari hadapan awak media. Melihat kondisi tersebut wartawan sempat mempertanyakan mengapa narasumber tersebut ditarik. Namun Kapolsek Sipispis tidak memperdulikan hal tersebut.

Sementara itu, juru sita Pengadilan Negeri Sei Rampah, Rahmad Diansyah, mengatakan, sesuai dengan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sei Rampah Serdang Bedagai, eksekusi pembebasan lahan harus segera dilaksanakan. Karena untuk mempercepat proyek strategis nasional. Rahmad juga menyampaikan apabila masih ada warga yang merasa keberatan, harap segera mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Sei Rampah,* (Erwan)

 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar