Watim DPD Golkar Pertanyakan Gubernur Sumut Belum Lantik Arif Sudarto Trinugroho Sebagai Sekdasu dan Susanti Dewayani SpA Sebagai Walikota Siantar

Kamis, 11 Agustus 2022 09:17 WIB

Share
Watim DPD Golkar Pertanyakan Gubernur Sumut Belum Lantik Arif Sudarto Trinugroho Sebagai Sekdasu dan Susanti Dewayani SpA Sebagai Walikota Siantar
Hardi Mulyono

MEDAN,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Golkar Sumut, KRT Dr. H. Hardi Mulyono, MAP., mempertanyakan sikap Gubsu Edy Rahmayadi yang belum juga melantik Ir. Arif Sudarto Trinugroho, MT., sebagai Sekdaprov.

Padahal, Presiden Jokowi telah menerbitkan Perpres No. 81/TPA Tahun 2022 tertanggal 24 Juni 2022, tentang Pemberhentian Dr. Ir Hj. Sabrina sebagai Sekdaprov Sumut dan Mengangkat Ir Arif Sudarto Trinugroho, MT., sebagai Sekdaprov Sumut menggantikan Sabrina. Selain itu,

Hardi Mulyono juga mempertanyakan, kenapa Gubsu juga belum melantik Susanti Dewayani, Sp.A., menjadi Walikota Pematangsiantar. Sebab, Mendagri telah menerbitkan Kepmendagri No. 131.12.1338 Tahun 2022 tertanggal 8 Juni 2022, tentang Pengangkatan Wakil Walikota Siantar Susanti Dewayani, Sp.A., menjadi Walikota Pematangsiantar.

“Ada apa, dan apa alasan Gubsu Edy belum juga melantik Sekdaprov Sumut dan Walikota Pematangsiantar tersebut. Padahal, Kepres pengangkatan Sekdaprov Sumut dan Kepmendagri tentang pengangkatan Walikota Pematangsiantar, sudah lebih sebulan diterbitkan,” tandas Hardi Mulyono.

Hardi menyebutkan, jika belum dilantiknya kedua pejabat tersebut dikarenakan ketidakfahaman Edy Rahmayadi tentang tata laksana pemerintahan provinsi yang profesional, maka itu sangatlah memprihatinkan.

Sebab, “Edy Rahmayadi sudah empat tahun menjabat sebagai Gubernur Sumut. Tapi, kok belum faham tata laksana pemerintahan daerah yang profesional”.

Lebih memprihatinkan lagi, tambah Hardi, jika sikap Edy Rahmayadi itu sebagai bentuk ‘perlawanan’ kepada pemerintah pusat, karena sosok Sekdaprov Sumut yang ditetapkan Presiden Jokowi ternyata bukan sosok yang diinginkan Edy Rahmayadi sebagai Sekdaprov.

“Sudah menjadi rahasia umum, siapa calon yang diinginkan Edy Rahmayadi sebagai Sekdaprov Sumut,” ujar Hardi.

Hardi Mulyono yang juga tokoh masyarakat Jawa Sumatera Utara itu, berharap belum dilantiknya Arif dan Susanti oleh Gubsu Edy Rahmayadi bukan dikarenakan keduanya kebetulan dari etnis Jawa.

Kalau ditambahkan lagi dengan nama Plt Walikota Tanjungbalai, Waris Thalib, yang kebetulan juga dari etnis Jawa dan statusnya hingga kini belum jelas, dikhawatirkan hal ini bisa berkembang menjadi isu liar.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar