Hampir Satu Bulan Teror Bom Meletop Korban Minta Polres Tebingtinggi Tangkap Pelaku

Senin, 15 Agustus 2022 20:39 WIB

Share
Hampir Satu Bulan Teror Bom Meletop Korban Minta Polres Tebingtinggi Tangkap Pelaku
Syaiful Fahri saat melakukan konferensi pers bersama wartawan di RM Cindelaras Kota Tebingtinggi

TEBINGTINGGI.SUMUT.POSKOTA.CO.ID - 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kota Tebingtinggi, Syaiful Fahri, yang tidak lain adalah korban teror pengerusakan rumah di Jalan Meranti, Kel Bagelen, Kec Padang Hilir, berharap Polres Tebingtinggi segera menangkap pelaku teror bom meletop, Senin 15 Agustus 2022.

Hal tersebut disampaikan Syaiful Fahri saat konferensi pers bersama media cetak, online, dan elektronik, tepatnya di RM Cindelaras,Jalan Gunung Leuser, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan kota Tebingtinggi.

" Kasus yang menimpa saya ini sudah hampir 1 bulan, namun sampai saat ini pelaku tak kunjung jua di tangkap, jujur saja saya sedikit kecewa terhadap kinerja polres Tebingtinggi yang di nilai sangat lambat menangani kasus tersebut., ungkap Syaiful Fahri.

Menurutnya, kasus ini bukan kasus main-main, bayangkan saja rumah pribadi saya dilempar oleh botol kaca yang berisi minyak lampu/tanah dengan diikat kain. 

" Menurut Polres Tebingtinggi kasus yang menimpa saya ini hanya kasus pengerusakan rumah bukan kasus pelemparan bom molotov, namun saya rasa ini bukan pengerusakan biasa karena pada saat dilokasi ada botol yang berisikan minyak lampu dengan diikat kain, bisa jadi ini adalah bom molotov", jelas Syaiful Fahri

Ditambahkan Fahri, setelah dirinya tertimpa kasus seperti ini, tidak ada satupun pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi yang mendukung dirinya, baik dukungan untuk pengungkapan kasus maupun lainnya.

" Mulai dari awal saya kenak kasus teror sampai hari ini sudah mau satu bulan tidak ada dukungan apapun dari rekan-rekan saya sesama pejabat di kantor Pemerintahan Kota Tebingtinggi sudah tidak ada kekompakan ataupun apalah itu kita bilang, saya juga bingung. Maunya kalo saya diteror seperti ini, adalah dukungan seperti mendatangi Polres agar supaya kasus saya ini cepat ditangani, bayangkan saja kalo kasus serupa menimpa mereka bagaimana perasaan mereka", tegas Fahri.

Ditegaskan Fahri, jika hingga 21 hari kedepan tidak ada perkembangan dari Polres Tebingtinggi tentang kasus yang menimpa dirinya, dirinya akan ke Polda Sumut untuk meminta bantuan, agar kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut.

" Sampai hari ini kasus saya masih dalam tahap penyelidikan, hal tersebut sesuai dengan surat yang saya terima dari Polres Tebingtinggi, namun jika terus seperti ini 21 hari lagi saya akan meminta bantuan oleh Polda Sumut untuk penyelesaian kasus saya ini, karena menurut saya ini marwah", kata Fahri.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Erwan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar