Sejarah Sosok Seniman Lily Suheiry Berakhir di 'Araskabu'

Senin, 15 Agustus 2022 12:26 WIB

Share
Sejarah Sosok Seniman Lily Suheiry Berakhir di 'Araskabu'
Sejarah Sosok Seniman Lily Suheiry Berakhir di 'Araskabu'

MEDAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID -

Jejak sejarah Pejuang Kemerdekaan dan Seniman musik Lily Suheiri masih berdiri kokoh di Stasiun Kereta Api Desa Araskabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Bangunan gedung stasiun itu, menjadi saksi saat gerbong kereta api yang lagi berhenti, diberondong peluru dari pesawat Sekutu pada tahun 1944 lalu.

Mengenang peristiwa itu sebagai upaya membangkitkan semangat nasionalisme para generasi muda, FOSAD (Forum Sastrawan Deliserdang) menyelenggarakan renungan seni "Panggung Sejarah Araskabu", Minggu 14 Agustus 2022, menyongsong 77 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Pembina FOSAD Tengku Zaenuddin dalam pengantarnya pada acara tersebut, mengatakan 

Pemerintah memang giat membangun secara fisik, namun pembangunan spiritual juga jangan dilupakan. Gedung Stasiun lama Araskabu berada diantara gedung baru stasiun yang megah. Gedung tersebut merupakan warisan sejarah yang layak dijadikan cagar budaya. Pantas kita selamatkan mengingat gedung ini artefak sejarah yang hampir dilupakan. “Ini akan saya komunikasikan kepada pihak-pihak terkait apalagi didalamnya ada seniman besar Lily Suhery dan kawan-kawannya” kata Zainuddin. 

Mewakili Pemkab Deliserdang, Suryadi, mengatakan pihaknya memang telah mencatat Stasiun Araskabu diteliti sebagai warisan cagar budaya. Karenanya, Pemkab Deliserdang sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan FOSAD ini untuk mendukung gedung Stasiun Araskabu sebagai gedung yang punya catatan sejarah. “Nilai sejarah melawan Sekutu merupakan nilai-nilai patriotisme dan dapat mengobarkan kebangkitan nasional,” ujar Suryadi.

Sementara itu Kepala Stasiun Araskabu, Ali Putra Harahap, menyatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan FOSAD. “Kita mendukung kegiatan ini dan diharapkan tidak hanya sekali,” kata Ali Harahap.

Sedangkan Kepala Polsek Beringin diwakili Wakapolsek Iptu Sulino mengakui, semangat nasionalisme masyarakat mulai luntur. “Untuk mengibarkan bendera saja warga sudah sulit. Kiranya kegiatan yang dibuat FOSAD, ke depannya terus kita dorong,” papar Iptu Sulino.

Turut hadir dalam acara itu para tokoh masyarakat dan pemuda Araskabu, para pejabat setempat dan DHD’45 serta Mutiara Coffe. Sedang dari kalangan seniman tampak hadir Jaya Arjuna, Prof Umar Zein, Jon Triono, Iwan Amri, Heru Winarto, Agus Widodo, Sukisno, Amruzal, Hidayat Banjar, Sulaiman Sambas, Mansur Nasution, Sumargi Gunarto, Bambang Triogo, Nasib Ts dan anak-anak Sanggar Rowo serta lainnya.

Acara diwarnai tabur bunga, dan dalam kesempatan itu para undangan berkesempatan menyaksikan pameran lukisan oleh anak-anak Sanggar Rowo. Dilanjutkan dengan dramatisasi “Araskabu” oleh anak MAN 1 Deliserdang dipimpin Rosid SAg, pembacaan puisi diantaranya oleh Prof Umar Zein, Sulaiman Sambas, Bung Kamal Nasution dan para mahasiswa.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar