Flu Singapura pada Anak, Berbahayakah?

Kamis, 15 September 2022 14:00 WIB

Share
Flu Singapura pada Anak, Berbahayakah?
Tanda-tanda Flu Singapura pada anak

Pernahkah anak Anda mengalami ruam kemerahan disertai luka lepuh, tetapi bukan akibat cacar air? Bisa jadi itu adalah penyakit flu Singapura.

Flu Singapura pada anak seringkali disamakan dengan cacar air, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda. Pada cacar air, lentingan atau luka lepuh terjadi secara merata hampir ke seluruh tubuh. Namun, flu Singapura hanya menyerang bagian mulut kaki dan tangan.

Jika anak Anda sedang mengalami gejala tersebut, Anda bisa tanya dokter untuk mengkonsultasikan hal tersebut. Saat ini banyak sekali website-website yang menyediakan jasa konsultasi online bersama para ahlinya.

Untuk mengetahui penyakit flu Singapura lebih dalam, berikut ini akan dijabarkan beberapa penjelasannya. Simak selengkapnya di sini.

Pengertian flu Singapura

Walaupun nama penyakit ini diambil dari sebuah negara, asal mula penyakit flu Singapura bukanlah berasal dari Singapura. Dinamakan demikian karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini sempat menjadi kasus tertinggi di Singapura pada tahun 2000.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, flu Singapura ini ditandai dengan adanya ruam kemerahan dengan luka lepuh, bentuknya juga hampir sama dengan sariawan. Gejala tersebut timbul hanya pada bagian mulut, tangan, dan kaki. Inilah mengapa penyakit ini juga disebut dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut (HMFD).

Dikatakan masih belum ditemukan obat atau vaksin yang dapat mengatasi penyakit flu Singapura ini. Namun, meskipun demikian, anak yang terserang flu Singapura masih bisa mendapatkan perawatan secara mandiri di rumah.

Penyebab flu Singapura

Flu Singapura disebabkan oleh Coxsackievirus. Coxsackievirus ini sendiri merupakan jenis virus yang masuk dalam kelompok Enterovirus. Jenis virus yang paling umum menyebabkan flu Singapura adalah Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6.

Penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui droplets seperti cairan hidung dan tenggorokan saat bersin, serta air liur atau ludah saat batuk. Selain itu, flu Singapura juga mudah menyebar jika melakukan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari luka lepuh penderita. Permukaan suatu benda yang terkontaminasi oleh tinja penderita juga bisa menjadi salah satu media penyebaran virus ini.

Virus penyebab flu Singapura akan tetap berada di dalam tubuh bahkan beberapa minggu setelah penderita dinyatakan sembuh. Hal ini berarti, virus tersebut masih bisa ditularkan kepada orang lain meskipun sudah sembuh.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar