Ribuan Karyawan PTPN IV Geruduk Kantor Bupati Simalungun

Selasa, 20 September 2022 22:41 WIB

Share
Ribuan Karyawan PTPN IV Geruduk Kantor Bupati Simalungun
Ribuan  karyawan mengatasnamakan Serikat Pekerja Perkebunan(SPBUN) PTPN IV yang terdiri dari 41 Unit Kebun dan PKS(pabrik kelapa sawit) melakukan  unjuk rasa di kantor Bupati, di Pematang raya,Selasa 20 September 2022.

SIMALUNGUN,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - 

Ribuan  karyawan mengatasnamakan Serikat Pekerja Perkebunan(SPBUN) PTPN IV yang terdiri dari 41 Unit Kebun dan PKS(pabrik kelapa sawit) melakukan  unjuk rasa di kantor Bupati, di Pematang raya,Selasa 20 September 2022.

Dengan membentang spanduk dan yel-yel PTPN IV, SPBUN menuntut lahan yang digarap warga selama ini, dan penganiayaan yang dilakukan di areal kebun Bah Jambi.

"Polres dan Bupati agar bersikap Adil atas sengketa tanah yang di garap, karena sudah Memakan Korban. HGU Masih aktif dengan surat keputusan BPN HGU no 14 no 2 tahun 2003,"teriak Sehat Sembiring dalam orasinya.

Ketua Umum SPBUN M. Iskandar dalam orasinya mengatakan,   PTPN IV selama ini  mengikuti aturan HGU yang  masih Aktif.  Aparat dan Bupati Simalungun untuk tidak   berpihak kepada  siapa pun  tapi tunjukkan kebenaran dan keadilan.

"Jangan ada keberpihakan atas sengketa lahan yang digarap oleh Masyarakat147  KK dengan luas 125 Ha yang berada Nagori Moho kecamatan Jawa Maraja yang sudah 2 tahun lebih di garap dan Merusak Tanaman dan sudah di Tanami Tanaman Jagung. kami hanya Mengelola dan Menjaga Lahan HGU jangan jadi permainan Politik," sebut Iskandar.

Dijelaskannya, PTPN IV tahun  2008  sudah melakukan penanaman dan warga  langsung melakukan Penggarapan seperti yang terjadi kemarin melakukan penganiayaan.

"Warga yang melakukan Penggarapan,  menganiaya karyawaan  3 orang termasuk  ojak Pariris Simarmata dan Pelakunya 2 orang ditangkap Polres setelah 1 minggu namun Kasus sampai sekarang kami tidak Bangaimana Tindakan,"teriak iskandar.

Deni Iskandar, Sekretaris SPBUN meminta agar mengusir penggarap dari lahan PTPN IV.  Bila bertele- tele tindakan mereka tidak ada realisasi sengketa ini, akan menurunkan 17000 orang.

"Usir penggarap..tangkap penggarap sekarang juga, selama ini kami diam karena Patuh pada Peraturan serta yang di ikat untuk Mempertahankan Asset untuk Mengelola dan Menjaga, kami Mohon  pihak Aparat dan Pemkab Simalungun agar tidak Berpihak tegakkan Kebenaran dan Keadilan dan kami mengambil Sikap akan tetap Menguasai lahan yang di garap Warga," teriak Deni.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Tumbur
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar