100 Hektar Lahan Petani di Simalungun Kesulitan Air Selama Dua Tahun Akibat Bendungan Rusak Dihantam Banjir

Kamis, 22 September 2022 11:37 WIB

Share
100 Hektar Lahan Petani di Simalungun Kesulitan Air Selama Dua Tahun Akibat Bendungan Rusak Dihantam Banjir
Sudah dua tahun ini petani Huta Kampung Baru, Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang merasa kesulitan mendapatkan air disaat bercocok tanam padi sawah.

SIMALUNGUN,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - 

Sudah dua tahun ini petani Huta Kampung Baru, Nagori Sei Merbau, Kecamatan Ujung Padang merasa kesulitan mendapatkan air disaat bercocok tanam padi sawah.

Pasalnya bendungan yang mengalirkan air ke 100 hektar sawah petani, rusak akibat banjir pada 2020 lalu.

Toba Sinambela(48) warga setempat mengatakan, Bendungan yang telah rusak selama mereka gunakan oleh petani melalui sistim gotong royong.

"Disaat musim tanam, pemupukan dan disaat butuh air, kami selalu bergotong royong. Puluhan karung goni dan bambu harus kami sediakan untuk mengairi sawah kami,"ucap Sinambela, Rabu 21 September 2022.

Dia menjelaskan, bendungan itu merupakan satu-satunya akses warga mengairi lahan pertaniannya. 

"Saat ini sudah 4 musim petani bercocok tanam, dan hingga kini petani telah membersikan rumput padi sawah. Hanya bersawah ini kami bisa makan,"ucapnya.

Namun, upayanya itu hingga saat ini belum mendapatkan respons yang jelas. Dampaknya kasihan warga karena hampir 90 persen mata pencaharian warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani. 

Hingga berita ini dilansir, Jamaen Purba, Kadis Pengelolaan Sumber daya air dan Penataan ruang belum memberi keterang saat di bertaukan melalui Whatssapp.(t.panjaitan)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar