Gelar Aksi, Tenaga Kesehatan di Asahan Jahit Mulut

Rabu, 28 September 2022 08:40 WIB

Share

ASAHAN, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Kantor Bupati Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa 27 September 2022 didatangi tenaga kerja sukarela (TKS) kesehatan. 

Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut agar anggaran insentif bagi tenaga kerja sukarela kesehatan non PNS Rp300 ribu, ditampung dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Sebanyak lima tenaga kerja sukarela (TKS) kesehatan, menggelar aksi jahit mulut sebagai bentuk protes. Aksi ini juga sebagai simbol sakitnya profesi yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

"Di sini kami ada yang mengabdi selama 5 bahkan 16 tahun. Inilah yang kami alami, sakit sekali menjadi profesi seperti ini. Makanya ada lima orang rekan kami yang melakukan aksi jahit mulut," kata Ketua FKTK Asahan, Reyhan Marpaung kepada wartawan.

Aksi yang mereka lakukan adalah teriakan mereka yang hampir tidak pernah digaji dari sumber keuangan daerah (APBD). Selama ini mereka hanya menerima sisihan honor yang diambil dari tenaga kesehatan (nakes) PNS.

Setiap bulannya mereka hanya menerima uang berkisar Rp 50 sampai 150 ribu per orang.

"Cuma Rp 300 ribu yang kami minta dari APBD ini. Walaupun duit segitu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian," ujarnya.

Mereka mengaku sudah capek melakukan memprotes dan menyampaikan aspirasinya. Mulai dari kepada kepala Puskesmas, dinas, bahkan legislatif.

"Demo ke sini kami juga diancam akan dipecat, kami siap,” ujarnya lantang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar