Peringati Hari Pohon se-Dunia, Kader Konservasi Alam Kunjungi Bupati Tapsel

Kamis, 24 November 2022 10:25 WIB

Share
Dalam rangka memperingati Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejumlah kader konservasi alam Tapsel mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati, Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Rabu 23 November 2022.
Dalam rangka memperingati Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejumlah kader konservasi alam Tapsel mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati, Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Rabu 23 November 2022.
Dalam rangka memperingati Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejumlah kader konservasi alam Tapsel mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati, Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Rabu 23 November 2022.
Dalam rangka memperingati Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejumlah kader konservasi alam Tapsel mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati, Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Rabu 23 November 2022.

TAPSEL,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Pohon se-Dunia dan rangkaian HUT ke-72 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejumlah kader konservasi alam Tapsel mengadakan tatap muka dan berdiskusi bersama Bupati, Dolly Pasaribu, di Sopo Parorot, Desa Marancar Julu, Kecamatan Marancar, Rabu 23 November 2022.

Ketua Kader Konservasi Alam Tapsel, Anwar Harahap mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiasi sejumlah kader konservasi, untuk bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Bupati.

"Alhamdulillah, dan terima kasih kami ucapkan kepada Pak Bupati yang sudah datang dan menyempatkan waktunya untuk bisa bertatapmuka dan berdiskusi secara langsung dengan kami. Dan ini sebuah kebanggan bagi kami para kader konservasi," ujar Anwar di hadapan Bupati.

Anwar menjelaskan, kader Konservasi Alam Kabupaten Tapsel adalah seseorang yang telah dididik dan dilatih, serta dikukuhkan sebagai seorang kader yang memiliki kesadaran, dan ilmu pengetahuan tentang konservasi alam. Para kader, dengan suka rela bersedia menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat. 

Kader Konservasi Alam ini berasal dari masyarakat desa yang bermukim dan tinggal berdekatan dengan kawasan konservasi yakni, Suaka Alam Lubuk Raya, Cagar Alam Sibual-buali, serta Cagar Alam Dolok Sipirok yang ada di Kabupaten Tapsel.

"Kami secara keseluruhan berjumlah 110 orang, berasal dari tiga kecamatan yaitu, Sipirok, Marancar dan Batang Toru. Dan secara sah diakui negara, dan dikukuhkan sebagai kader konservasi," ungkap Anwar.

Anwar mengatakan, mereka ingin menjadikan seluruh kader konservasi yang ada, menjadi sebuah lembaga yang legal, dan dapat bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Dan kiranya, apa yang menjadi harapan kami ini, bisa direspon dan segera terealisasi," ucap Anwar.

Anwar menjelaskan, kader konservasi ini sebagai ujung tombak untuk menjaga lingkungan dan hutan yang ada di masing-masing daerah mereka.

"Dengan kata lain, kami ini sebagai 'Panjago Harangan' (Penjaga Hutan). Untuk menjaga dan melestarikannya," kata Anwar.

Halaman
Reporter: Admin Sumut
Editor: Lilik Riadi
Contributor: Tigor
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar