Bupati Dolly Sambut Kunjungan Mahasiswa PMM

Senin, 28 November 2022 08:47 WIB

Share

TAPSEL, SUMUT.POSKOTA.CO.ID

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Dolly Pasaribu menerima kunjungan mahasiswa, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan Program Modul Nusantara (PMN) Tahun 2022, di ruang kerjanya di Kantor Pemkab Tapanuli Selatan, Sipirok, Minggu 27 Nopember 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu SPt MM menyampaikan beberapa hal, mulai dari program pembangunan Tapsel Sehat, Cerdas, dan Sejahtera, hingga sampai kepada Kearifan Lokal, Objek-objek Wisata, Kekayaan Alam (hewan dan tumbuhan), serta pengembangan UMKM/industri kreatif yang ada di Kabupaten Tapsel.

Dolly menerangkan, bahwa ada satu kearifan lokal di Kabupaten Tapsel, pada tahun 2020 menerima Penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) yakni Komunitas Hatabosi.

Penghargaan tersebut, merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapsel dengan beberapa LSM/NGO seperti FORINA (Forum Orangutan Indonesia), JAMM, dan SHI (Sarekat Hijau Indonesia) Sumatera Utara, lalu yang menjadi pengusul pada saat itu adalah FORINA (Forum Orangutan Indonesia).

“Komunitas Hatabosi sendiri merupakan singkatan dari nama Desa Haunatas, Desa Tanjung Rompa, Desa Bonan, dan Desa Siranap. Hatabosi tak lepas dari sejarah lahirnya Kampung Simaretong (Desa Haunatas)," ungkap Dolly, dihadapan puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di indonesia.

Dolly mengatakan, sejak ratusan tahun lalu sampai sekarang, Komunitas Hatabosi telah melindungi kawasan hutan, yakni Cagar Alam Sibual-buali dan sumber air untuk kebutuhan masyarakat Desa Haunatas, Desa Tanjung Rompa, Desa Bonan, dan Desa Siranap.

Komunitas Hatabosi memiliki sistem manjago bondar atau mantari bondar, yang menjaga hutan dan tali air secara turun temurun.

Pengukuhan tradisi dengan adat-istiadat ini, juga dilakukan dengan nasihat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tidak tertulis namun selalu menjadi filosofi dan landasan mereka menjaga air dan hutan.

“Sian harangan ni do mual ni aek ta, sian aeki do mual ni halonguan ta (berasal dari hutan itulah sumber air kita dan berasal dari air itulah sumber kehidupan kita)," ucap Dolly.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar