Ditanya Penggunaan Dana Desa, Ketua Bumnag Berang, Mantan Pangulu Nagori Bosar Bayu Kesal

Sabtu, 21 Januari 2023 00:05 WIB

Share
Ket Foto, Sekretariat Bumnag Tama Ture
Ket Foto, Sekretariat Bumnag Tama Ture

SIMALUNGUN,SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Ketua Badan Usaha Milik Nagori(Bumnag) Nagori Bosar Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja merasa berang, saat hendak ditanyai perkembangan kegiatan penggunaan dana desa yang ditangani sejak tahun 2021 hingga 2022, Mala justru awak Media disuruh untuk memberi solusi.

"Jadi bagaimana solusinya, buat dulu solusinya. Kurang tidur aku, orang tuaku lagi sakit.  Jangan dulu tanya-tanyai masalah itu, nanti kujawabi salah-salah. Minta tolong dulu, Tunggu situasi tenang baru kita bisa ngomong ya," ucap Edu Sitorus, Ketua Bumnag Tama Ture saat ditemui di Kios Pupuk miliknya, Jumat 20 Januari 2023.

Berbeda dengan Robel Simanjuntak mantan Pangalu(Kades) Nagori Bosar Bayu yang menjabat tahun 2016 hingga 2022, justru melempar pernyataannya dengan pengurus Bumnag yang sudah diserahkan langsung kepada pengurus Bumnag bersumber dari dana desa.

"Sudah kuserahkan uang Bumnag dari dana desa tahun 2021 seluruhnya dengan pengurusnya, sepeserpun tidak ada denganku. Saya sudah diperiksa Jaksa, jaksa tidak yakin dikiranya ada kuterima sepeser dari pengurus itu. Kusuru mereka datang," ucap Robel saat ditemui di sala satu warung Huta Bosar Bayu.

Menurutnya, Bumnag yang bergerak di unit usaha TV kabel dan Jaringan internet telah dianggarkan dana sebesar Rp 238 juta di tahun 2021. Alat-alat dibelanjakan dari Surabaya dan dipihak ketigakan dengan warga Siantar.

"Rp 238 juta telah dibelanjakan dari Surabaya, disana ada pabriknya. Dan sekalian orang Siantar ini yang merakit semua, bila ada gangguan bisa disetel dari Siantar. Kalau Servernya di Sekretariat itu dipasang, kalau pelanggan ada dari Nagori Bosar Bayu,Huta Bayu raja, Manrayap hingga ke Huta Lenduk," terang Robel.

Dijelaskannya kembali, setelah selesai menjabat pangulu, pernah diperiksa pihak inspektorat kabupaten Simalungun untuk memulangkan dana desa yang ditanganinya  demi keperluan pencalon Pangulu kembali.

"Saya mencalonkan kembali, harus ada syarat untuk pemeriksaan. Kujelaskan seluruhnya ditahun 2016 hingga akhir masa jabatanku.  Ada kelalaian Pengurus Bumnag dengan tidak ada bukti pajak dari Surabaya, Inspektorat meminta pajak seharusnya untuk Kabupaten Simalungun bukan di Surabaya," jelasnya.


Namun disebutkannya,  Peyertaan Modal tahun 2022 di akhir tahun untuk Bumnag telah di alokasikan sebesar Rp 130 juta.

"Rp 130 juta Peyertaan Modal Bumnag diakhir tahun 2022,  akhir tahun yang belum dibayar pajaknya, pihak ke tiga belum bayar. Mora Teknik pihak ketiga,"sebutnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar