Ancam Wartawan PAWAPATI: Kalau Mau Duel Jangan Sama Wartawan Yang Badannya Kecil Sama Aku Kalau Mau Fight

Selasa, 24 Januari 2023 11:01 WIB

Share
Ancaman berupa teror dan aksi tindak kekerasan belakangan ini kerap terjadi terhadap wartawan di Labuhanbatu saat menjalankan tugasnya dalam melakukan liputan maupun pemberitaan. Hal itu kini kembali dialami oleh Nasaruddin Nasution wartawan media online Mega Posnews.com. 
Ancaman berupa teror dan aksi tindak kekerasan belakangan ini kerap terjadi terhadap wartawan di Labuhanbatu saat menjalankan tugasnya dalam melakukan liputan maupun pemberitaan. Hal itu kini kembali dialami oleh Nasaruddin Nasution wartawan media online Mega Posnews.com. 

LABUHANBATU.SUMUT.POSKOTA.CO.ID - Ancaman berupa teror dan aksi tindak kekerasan belakangan ini kerap terjadi terhadap wartawan di Labuhanbatu saat menjalankan tugasnya dalam melakukan liputan maupun pemberitaan. Hal itu kini kembali dialami oleh Nasaruddin Nasution wartawan media online Mega Posnews.com. 

Ancaman itu diterimanya terkait pemberitaannya tentang maraknya narkoba di Dusun 1 Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

" Ancaman pertama lewat telepon Pak, saya ditanya siapa yang menyuruh saya memberitakan soal marak narkoba di desa itu," kata Nasaruddin, Senin 23 Januari 2023.

Nasaruddin pun mengatakan itu keluhan warga setempat dan meminta agar maraknya narkoba di desa itu diberitakan. "Lalu si penelepon menyuruh saya menghapus berita itu dan mengatakan jangan maju kali kau, habis nanti kau kami buat!, Kau hapus beritamu itu," sebutnya menirukan ucapan si penelepon itu kepadanya. 

Ditanya, apa dia kenal dengan sipenelpon, Nasaruddin mengaku tidak kenal dengan si penelepon, saat ia tanyakan, si penelepon tidak mau menyebutkan identitasnya. 

Kemarin, lanjutnya, saat ia melintas di dusun tersebut bersama saudara sepupunya, beberapa sekelompok pemuda melihat dirinya dan langsung berteriak kepada sesama rekannya mengajak untuk mengkeroyok dirinya. 

" Salah seorang pemuda itu menunjuk saya dan mengatakan Itu dia ! Woy itu dia, kita pukuli saja di sini !," tetapi salah seorang temannya menahannya. Mungkin karena saya berdua Pak, takut mereka ada saksi," ungkap Nasaruddin. 

Ditanya apa ia kenal dengan orang yang memberikan instruksi untuk memukuli dirinya, Nasaruddin mengaku kenal wajah tetapi tidak tahu namanya. 

" Ya merasa terancam Pak, karena saya selalu melintasi dusun itu, tetapi saya belum membuat laporan ke polisi," imbuhnya. 

Terpisah, Ketua PAC Ikatan Pemuda Karya ( IPK) Kecamatan Panai Tengah Nuriadi, dihubungi awak media ini mengatakan siap turun tangan jika ada aksi kekerasan terhadap Nasaruddin. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar